Evolusi Cloud Computing Membuat Perusahaan IT Memanfaatkan Datacenter Tetap Maksimal

Halo sobat satumimpi.com – Di kesempatan kali ini admin akan memberikan ulasan sebuah informasi mengenai evolusi teknologi cloud computing. Langsung saja kita simak artikelnya secara detail dibawah ini mengenai Evolusi Cloud Computing Membuat Perusahaan IT Memanfaatkan Datacenter Tetap Maksimal.

Dengan meningkatnya penggunaan cloud untuk tujuan bisnis, pertanyaan sederhananya adalah apa yang akan terjadi pada sejumlah besar pusat data lokal yang ada? Ingatlah bahwa penulis juga menjalankan layanan pusat data lokal untuk organisasi internal pada saat penulisan.

Pemimpin memegang posisi TI tertinggi dalam organisasi. Kenapa begitu? Biaya pembuatan pusat data bervariasi tergantung pada tingkat pusat data dan peruntukannya. Tapi secara keseluruhan, biayanya tidak murah. Nilai produksi termasuk konstruksi bisa mencapai 611 miliar untuk 250m2.

Biaya ini akan bertambah seiring waktu untuk pemeliharaan instalasi pusat data fisik lama. Selama periode 5, 10 tahun, biaya pemeliharaan juga akan meningkat. Sama seperti kita merawat rumah atau mobil, semakin tua usianya, semakin tinggi biaya perawatannya.

Ini adalah pengalaman setiap manajer TI, mereka harus dapat melaporkan penggunaan setiap pengeluaran TI yang diterbitkan setiap tahun. Karena nilainya yang besar, pemegang saham tidak pernah bosan memeriksa setiap inci laporan untuk pernyataan “Semuanya baik-baik saja dan berjalan seperti yang diharapkan”.

Blog ini adalah tanggapan terhadap artikel di Jurnal ISACA Volume 1 Tahun 2020 yang ditulis oleh Steven J Ross yang berjudul “Residual Data Centers”. Steven J Ross secara khusus menekankan aspek keamanan dari lingkungan pusat data lainnya. Sementara saya sering membahas masalah manajemen dan operasional TI.

Bagaimana dengan era pasca-pusat data sekarang? Pada tahun 2021, diperkirakan 53% aplikasi dan pemrosesan data akan berada di cloud. Naik dari hanya 41% awal tahun ini. Bagi manajer TI yang telah melakukan investasi besar pada pusat data lokal, perubahan teknologi saat ini cenderung mengganggu bisnis pusat data yang sebelumnya dijalankan.

Baca Juga :  WA Web Dan Kegunaannya Yang Perlu Kita Ketahui

Mengubah fasilitas pusat data menjadi kantor, kafe, atau arena olahraga memang mudah, tetapi bukan itu yang diharapkan pemegang saham. Jadi bagaimana sikap kita terhadap manajer TI? Apa yang harus kita rencanakan?

Evolusi Cloud Computing Dengan Memanfaatkan Datacenter Untuk Tetap Maksimal

Semuanya harus ada di awan. Itu hampir semua prinsip. Namun, tim TI juga harus mengoperasikan pusat data lokal dengan segala manfaatnya. Jadi pada akhirnya rasanya seperti situasi konflik kepentingan.

Penulis Stevan J Ross menyebutkan sebelumnya bahwa peningkatan jumlah aplikasi dan pemrosesan data di cloud hingga 53% tidak serta merta membuat fasilitas pusat data hilang. Ada beberapa jenis sistem aplikasi yang lebih cocok dan ekonomis untuk terus beroperasi di pusat data lokal. Contoh yang dikutip meliputi :

  • Sistem aplikasi manajemen gedung pintar. Manajemen pintu, ventilasi, pemanas/AC (HVAC) yang cerdas. Sistem seperti ini lebih ekonomis jika berada di dekat bangunan fisik.
  • Sistem informasi keuangan di lembaga keuangan memerlukan pemrosesan umpan pasar di pusat data lokal sebelum didistribusikan ke semua pengguna desktop.
  • Sistem informasi tingkat menteri pertahanan membutuhkan tingkat keamanan yang tinggi. Memilih untuk memiliki private cloud skala besar jika ingin menggunakan layanan berbasis cloud tidaklah ekonomis.
  • Perangkat jaringan yang membutuhkan perangkat akhir juga selalu membutuhkan pusat data lokal.

Sistem di atas tidak akan bermigrasi ke sistem berbasis cloud dalam waktu dekat. Tetapi mungkin hanya masalah waktu bagi segala sesuatunya untuk bergerak perlahan atau mantap ke cloud. Penulis masih percaya semuanya akan dimigrasikan ke cloud pada akhirnya, tetapi jadwalnya akan berbeda.

Sebagai contoh, sistem informasi lembaga keuangan di Indonesia yang dibatasi oleh peraturan pemerintah mengharuskan semua sistem yang mendasarinya berada di Indonesia. Suatu saat infrastruktur fisik cloud di Indonesia akan siap, mereka akan memigrasikannya juga.

Baca Juga :  Cara Mematikan Firewall Windows 10 Secara Permanen

Kembali ke masalah pusat data yang tersisa, satu hal yang saya setujui adalah bahwa pusat data akan semakin kecil. Alasannya adalah pengembangan perangkat yang lebih efisien dan lebih kecil. Seiring berjalannya waktu dan bisnis terus berjalan, data center kami harus terus memberikan manfaat ekonomi, berikut beberapa strategi penggunaan tambahan yang dapat diterapkan :

  • Tingkatkan teknologi pusat data ke hiper-konvergensi dan virtualisasi.
  • Jika Anda bekerja di lingkungan perusahaan besar, lakukan konsolidasi sumber daya komputasi pusat data.
  • Membuat koneksi dari data center ke remote user WFH (seperti di masa pandemi covid) lebih luas dan stabil sehingga pengalaman bekerja di data center lokal juga lebih hemat dibandingkan dengan di public cloud.
  • Melengkapi sistem Datacenter dengan alat monitoring yang lebih komprehensif sehingga pengelolaan visibilitas penggunaan Datacenter cukup detail dan mendalam.

Strategi di atas dapat memperlambat pusat data lokal di organisasi Anda. Tetapi saya menyarankan, seperti saya, untuk selalu melakukan analisis setiap hari ketika organisasi tidak perlu memiliki pusat data di tempat.

Kesimpulan

Dari semua hal di atas, perkembangan teknologi membuat pengelolaan menjadi lebih mudah. Di sinilah inovasi teknis dipertahankan bahkan ketika peran Anda berubah menjadi manajer Teknologi Informasi.

Kemampuan untuk mengimplementasikan rekayasa teknologi sehingga prinsip-prinsip manajemen di atas dapat diterapkan secara efektif adalah kunci keberhasilan seorang manajer TI. Belakangan, seperti profesi IT lainnya, profesi IT manager terus berkembang (shifting).

Tidak ada yang stagnan. Di dunia data besar, analitik data telah sangat mengubah lanskap manajer kantor. Di masa lalu, banyak keputusan didasarkan pada keputusan manajer individu, tetapi dengan meningkatnya transparansi data operasional, banyak fungsi kebijakan ini telah diambil alih oleh kecerdasan butaan. Tugas seorang manajer TI termasuk membuat otomatisasi praktik manajemen.

Baca Juga :  Apple Akan Menyiapkan Keyboard Ajaib Dengan Mac Bawaan?

Akhir Kata

Demikian yang dapat kami sampaikan mengenai artikel yang membahas tentang Evolusi Cloud Computing Membuat Perusahaan IT Memanfaatkan Datacenter Tetap Maksimal. Semoga bermanfaat dan terima kasih sudah berkunjung, nantikan informasi terbaru berikutnya hanya di satumimpi.com.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *